Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

Ulrich Zwingli


"Demi Allah, jangan remehkan firman Allah, karena firman-Nya itu kekal seperti Sungai Rhine yang senantiasa mengalir. Seseorang mungkin bisa membendungnya untuk sementara, tetapi mustahil untuk menghentikannya."

Pada bulan Januari 1523, Ulrich Zwingli -- pendeta kota, menghadap Dewan Kota Zurich. Angin reformasi bertiup ke Alpen dari arah Jerman [yang dipelopori] oleh [Martin] Luther. Zwingli mengemukakan 67 dalil yang diawali dengan: "Setiap orang yang berkata bahwa Injil tidaklah sah tanpa konfirmasi dari gereja, maka ia telah bersalah dan memfitnah Allah." Walaupun 28 dari 95 dalil Luther telah diterbitkan sekitar 6 tahun sebelumnya, alasan-alasan Zwingli lebih bersifat persuasif [ajakan]. Pihak yang berwenang memberinya izin untuk melanjutkan khotbahnya, yang menekankan Kristus [sebagai prioritas pertama] dan gereja [di tempat kedua]. Salah satu dalil Zwingli berbunyi, "Kristus adalah satu-satunya perantara antara Allah dan diri kita." Pembaruan di Swiss sekarang berada di jalurnya, dan Zwingli memainkan peran penting pada tahun-tahun awal.

Khawatir karena Tugas

Zwingli dilahirkan dari keluarga petani sukses di Lembah Toggaburg, bagian bawah pegunungan Alpen sebelah timur. Di sini, Zwingli menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada tanah airnya. Di kemudian hari, dia menerjemahkan salah satu baris dalam Mazmur 23, "Di pegunungan Alpen yang indah, Dia membaringkan aku," dan dia menggunakan Sungai Rhine sebagai sebuah ilustrasi topik utama khotbahnya: "Demi Allah, jangan remehkan firman Allah, karena firman-Nya kekal seperti sungai Rhine yang senantiasa mengalir. Seseorang mungkin bisa membendungnya untuk sementara, tetapi mustahil untuk menghentikannya."

Zwingli membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengetahui kuasa Firman. Setelah lulus dari Universitas Basel pada tahun 1506, dia menjadi gembala jemaat di Glarus. Sejak awal, dia melakukan tugas penggembalaannya dengan sungguh-sungguh. Dia kemudian menulis, "Walaupun aku masih muda, tugas gerejawi mengobarkan rasa takut alih-alih sukacita dalam diriku. Aku tahu dan yakin, bahwa aku akan menanggung darah domba yang akan binasa sebagai konsekuensi kecerobohanku."

Rasa tanggung jawab terhadap tugasnya mendorong Zwingli semakin tertarik membaca Alkitab. Zwingli justru menjadi tertarik dengan Kitab Suci ketika pendeta-pendeta lainnya tidak banyak yang mengenal isi Alkitab. Zwingli pertama kali tertarik pada saat dia membeli salinan terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Latin oleh Erasmus. Dia mulai belajar bahasa Yunani secara autodidak, membeli salinan terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani oleh Erasmus, dan mulai menghafal ayat-ayat yang panjang. Pada tahun 1519, dia mulai mengajarkan pelajaran dari Perjanjian Baru secara rutin.

Secara pribadi Zwingli juga mulai menantang kebiasaan umat Kristen di abad pertengahan, yang dianggapnya tidak alkitabiah. Dia telah bergumul dengan kehidupan selibat kependetaan untuk beberapa lama (bahkan dia mengakui bahwa sebagai pendeta muda, dia tidak akan terlibat skandal). Pada tahun 1522, dia menikah secara diam-diam. Pada tahun yang sama, dia melanggar tradisi puasa Lenten (dengan memakan sosis di depan umum) dan membuat tulisan menentang puasa.

Pada tahun 1523, dia sudah siap untuk menyampaikan gagasannya di depan pendengar yang lebih luas. Pada bulan Januari, dia mengumumkan gagasannya di hadapan Dewan Kota Zurich. Perdebatan kedua terjadi pada bulan Oktober dengan persetujuan lebih lanjut dari dewan. Beragam bentuk reformasi pun bermunculan: patung-patung Yesus, Maria, dan orang-orang kudus dikeluarkan dari gereja-gereja; Alkitab harus menerima prioritas tertinggi.

Perdebatan tentang Perjamuan Suci

Semua kejadian berlangsung dengan cepat. Pada tahun 1524, dia menikahi istrinya di depan umum, sambil bersikeras menyatakan bahwa para pastor memunyai hak untuk menikah. Pada tahun 1525, dia dan beberapa orang lainnya meyakinkan penduduk kota untuk meniadakan Misa, dengan penekanan pada mukjizat transubstansiasi [perubahan hakikat dari hosti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, Red.], dan menggantinya dengan kebaktian sederhana yang menerapkan Perjamuan Suci hanya sebagai suatu lambang peringatan.

Pada akhirnya, Perjamuan Suci justru mencegah adanya penggabungan gerakan pembaruan di Jerman dan Swiss. Pada suatu pertemuan, tahun 1529 di Marburg, Luther dan Zwingli bertemu untuk menyatukan dua gerakan tersebut. Walaupun mereka menyepakati 14 butir doktrin, mereka masih terbentur dengan butir ke-15: Perjamuan Suci. Untuk menentang pemikiran Zwingli, Luther bersikeras menyatakan kehadiran Kristus secara harfiah. Zwingli menggagalkannya. Kemudian Luther berkata bahwa Zwingli berasal dari iblis dan dia hanyalah seekor belatung. Zwingli merasa tersinggung karena Luther memperlakukannya "seperti keledai". Perselisihan ini membuktikan bahwa perdamaian mustahil terjadi.

Zwingli meninggal dunia 2 tahun kemudian dalam pertempuran untuk mempertahankan Zurich dari serangan kaum Katolik. Rencana-rencana untuk menyebarkan reformasi ke Swiss Jerman berakhir, namun kota Zurich tetap menjadi kota Protestan. Di bawah kepemimpinan Heinrich Bullinger, penerus Zwingli, cabang unik reformasi ini terus berkembang. (t/Dicky)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Christianity Today
Alamat URL : http://www.christianitytoday.com/
Penulis : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 9 Juni 2011

 

Sumber: Bio-Kristi 72

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru