FILSUF KRISTEN: FRANCIS SCHAEFFER DAN L`ABRI (1912 -- 1984)


» Kategori:

Diringkas oleh: Riwon Alfrey

MASA BELAJAR

Francis Schaeffer (1912 -- 1984) lahir di Philadelphia, Pennsylvania. Meskipun lahir dalam keluarga Kristen, namun ia tidak dididik secara Kristen. Francis Schaeffer memilih menghadiri gereja Presbiterian Liberal sebagai tempat ibadahnya. Pada masa sekolah menengah, ia pun menjadi seorang agnostik (orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui -- red.). Schaeffer banyak membaca buku filsafat dan membaca Alkitab. Karena itu, akhirnya ia percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya jawaban yang memadai bagi pertanyaan-pertanyaan dasar dalam hidupnya. selengkapnya...»

»

RIWAYAT HIDUP MARY BAKER EDDY: PENDIRI CHRISTIAN SCIENCE


» Kategori:

Diringkas oleh: Kristina Dwi Lestari

Christian Science merupakan salah satu aliran kekristenan yang dianggap sebagai bidah. Kebidahan mereka dapat dengan jelas kita lihat dari keyakinan mereka bahwa orang dapat menerima keselamatan setelah mampu menganggap bahwa segala penyakit, penderitaan, dan kematian adalah semu dan khayalan belaka. Selain itu, penganut ajaran ini juga menyamakan buku-buku karangan pendirinya, Marry Baker Eddy, dengan Alkitab. selengkapnya...»

»

VENGAL CHAKKARAI


» Kategori:

Vengal Chakkarai adalah salah seorang teolog yang cukup terkenal dari India. Ia dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang beragama Hindu. selengkapnya...»

»

Charles G. Finney: "Pembaharu Rohani Dan Sosial"


» Kategori:

Dirangkum oleh: Riwon Alfrey

Charles G. Finney adalah tokoh pemimpin kebangunan rohani gelombang kedua di Amerika Serikat sekitar tahun 1800. Lahir di New England pada tahun 1972 dalam keluarga Kristen Presbiterian. Tahun 1818, dia mempelajari hukum di sebuah biro hukum di Adams, New York, dan diterima sebagai pengacara negara. Sambil belajar hukum, selama berada di Adams, Finney juga menghadiri ibadah di Gereja Presbiterian. Khotbah yang disampaikan George W. Gale, pendeta gereja itu, menarik perhatian Finney. Dia juga tertarik mempelajari Alkitab karena menemui banyak acuan ke Alkitab dalam buku-buku hukum yang dia pelajari, ditambah lagi diskusi-diskusi yang sering dia lakukan dengan Pendeta Gale. Hal itu membawa Finney untuk menerima Kristus sebagai Juru Selamatnya pada tahun 1821, setelah sebelumnya mengalami pergumulan rohani yang panjang untuk mengakui bahwa Alkitab adalah benar-benar firman Allah. Finney berkata, "Aku telah dibayar Tuhan Yesus Kristus untuk membela perkara-Nya." selengkapnya...»

»

THOMAS AQUINAS


» Kategori:

Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII. selengkapnya...»

»

JONATHAN EDWARDS


» Kategori:

Jonathan Edwards (5 Oktober 1703 -– 22 Maret 1758) adalah seorang pendeta kolonial American Congregational (Jemaat Amerika), teolog, dan misionaris untuk penduduk asli Amerika. Edwards, dikenal luas sebagai seorang teolog Amerika yang terpenting dan memiliki filosofi yang murni. Ia dikenal sebagai salah satu teolog dan tokoh kebangunan Amerika yang terhebat dan terbesar. Ruang lingkup karyanya mencakup area yang sangat luas, meskipun ia sering dikaitkan sebagai pendukung teologi Calvinis, metafisika teologi determinisme, dan warisan Puritan. Khotbahnya yang menyala-nyala, "Sinners in the hands of an angry God," menekankan murka Allah atas dosa dan mempertentangkannya dengan anugerah keselamatan Allah; intensitas khotbahnya terkadang mengakibatkan beberapa pendengarnya lemas, pingsan, dan reaksi-reaksi menonjol lainnya. Hal-hal tersebut membuatnya terjebak pada kontroversi "efek tubuh" akan hadirnya Roh Kudus. selengkapnya...»

»

Biografi Singkat Abraham Kuyper


» Kategori:

Diterjemahkan oleh: Dian Pradana

Abraham Kuyper lahir di perkampungan nelayan di Maassluis, Belanda pada tanggal 29 Oktober 1837. Ayahnya, J.F. Kuyper, yang adalah pendeta Hervormde Kerk, bukanlah seorang penganut liberal modernis maupun Reformed ortodoks. selengkapnya...»

»

Tertullianus: Sang Bapa Teologi Latin


» Kategori:

Disusun oleh: R.S. Kurnia

BAHASA LATIN SEBAGAI LINGUA FRANCA

Istilah lingua franca mengacu kepada bahasa pengantar yang sifatnya universal sehingga orang-orang dari berbagai latar belakang bangsa dan bahasa dapat memahami satu dengan lainnya. Kalau bahasa Melayu menjadi lingua franca di wilayah Asia Tenggara, khususnya perairan Indonesia kala itu, di daratan Eropa hingga ke Afrika bahasa Latinlah yang menjadi lingua franca. selengkapnya...»

»

Sabelius


» Kategori:

Kita hanya memiliki informasi yang sangat sedikit tentang kehidupannya. Sabelius mengajar di Roma, sekitar tahun 215. Ia adalah tokoh yang paling terkemuka dari suatu aliran teologia yang dikenal dengan nama "modalisme monarkhisme". Dalam sejarah gereja modern disebut "Unitarian". Ajarannya tentang trinitas berlawanan dengan ajaran gereja yang resmi. selengkapnya...»

»

Martin Luther (1483--1546)


» Kategori:

Dilahirkan pada 10 November 1483 dalam sebuah keluarga petani di Eisleben, Thuringen, Jerman, Luther beroleh nama Martinus pada 11 November 1483 ketika dibaptiskan. Ayahnya bernama Hans Luther dan ibunya bernama Margaretta. Keluarga Luther adalah keluarga yang saleh seperti biasanya golongan petani di Jerman. selengkapnya...»

»