Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereReformator / Phillip Melancthon

Phillip Melancthon


Era Reformasi pada abad ke-16 memberikan banyak warisan serta banyak contoh iman dan nasihat. Tulisan dan khotbah Martin Luther, John Calvin, dan Jhon Knox yang jumlahnya berjilid-jilid telah memengaruhi banyak pelayanan pada abad-abad berikutnya. Ketika merefleksikan pentingnya karya-karya mereka, dengan mudah kita mengakui keteguhan hati mereka dalam bekerja bahu-membahu dan ketegaran kepribadian mereka.

Phillip Melanchthon

Pada jajaran para reformator kenamaan itu, ada beberapa "reformator lain" yang kadang diabaikan untuk dipelajari kiprah dan pemikirannya. Para "reformator yang lain" itu di antaranya adalah Phillip Melanchthon. Ia adalah gugus depan penggerak reformasi di samping Marthin Luther dan rekan-rekannya.

Secara umum, Phillip Melanchthon dikenal sebagai "Guru Jerman," atau dalam istilah Latin, Praeceptor Germaniae. Sebutan ini diberikan pada saat ia masih hidup. Tetapi pengaruh pekerjaan dan tulisan-tulisannya dalam jangka waktu yang lama telah sampai ke pinggiran-pinggiran Jerman. Kaum Humanis memberikan penghormatan kepada Melanchthon sebagai ahli bahasa yang ideal.

LATAR BELAKANG KEHIDUPAN MELANCHTHON

Masa Muda Melanchthon

Phillip Melanchthon dilahirkan dengan nama Phillip Schwarzerdt pada tanggal 16 Februari 1497 di Bretten, Jerman. Anak pertama dari lima bersaudara (Anna, 1499; Georg, 1500 atau 1501; Margarete, 1506; dan Barbara, 1508). Ayahnya, Georg Schwarzerdt, seorang penyalur tenaga tentara yang cakap di kota Bretten, Jerman Selatan. Seorang yang saleh dan terhormat. Ibunya adalah kemenakan Reuchlin yang terkenal itu. Sebelum meninggal, ayahnya mengirim Phillip kepada kakeknya. Karena ayahnya memang dalam kondisi sakit, dua hari setelah keberangkatan Phillip ke tempat kakeknya, ayahnya meninggal. Walaupun Phillip sangat sedih dengan kematian ayahnya, tetapi peristiwa ini bermanfaat untuk kebangkitan rohaninya.

Kakeknya menilai Phillip memiliki kekuatan pendidikan di bahasa Latin. Kemudian kakeknya membayar Johannes Unger, seorang tutor dari Pfortzheim. Di sekolah, Phillip dikenal sebagai murid yang cerdas. Ia belajar bahasa Yunani dengan Hiltebrant. Setelah kakeknya meninggal, Phillip dan ketiga saudaranya tinggal dengan pamannya, Johannes Reuchlin, seorang humanis. Reuchlin memberi nama baru kepada Phillip, yaitu Melanchthon, versi Yunani dari nama keluarganya, Schwarzerdt, yang juga berarti "Tanah Hitam".

Di sekolahnya di Pforzheim, Melanchthon terus unggul dalam pendidikan, khususnya bahasa Yunani dan bahasa Latin. Setelah berumur dua belas tahun, Melanchthon kuliah di Universitas Heidelberg. Mengambil kuliah-kuliah klasik, termasuk filsafat. Pada tahun kedua, ia mendapat gelar BA. Atas saran Reuchlin, Melanchthon melanjutkan kuliahnya di Tubingen. Pada tahun 1514, Melanchthon mendapat gelar M.A. Ia tercatat sebagai sarjana termuda dalam sejarah untuk bahasa kuno.

Sebelum dipanggil ke Wittenburg, Melanchthon menyibukkan diri di Universitas Tubingen untuk mengajar literatur kuno dan menerjemahkan tulisan-tulisan filsafat Yunani. Melanchthon, seperti halnya Reuchlin dan Erasmus, sangat dipengaruhi oleh humanisme, yang berkembang hebat antara masa tahun 1497 dan 1560 sebagai akibat dari era Renaisans.

Pernikahan Melanchthon dan Keluarganya

Pada tahun 1520, ia menikah dengan Katharina Krapp, saudara perempuan Wali kota Wittenberg, Hieronymous Krapp. Kata Melanchthon, "Saya diminta untuk menikah demi kemajuan keadaanku. Jika saya tahu bahwa menikah tidak akan mengganggu pekerjaan dan penulisan, saya dengan mudah memutuskannya. Setelah waktu berlalu, hal ini tidak terjadi." Pernikahan mereka membuahkan empat orang anak (Anna, 1522; Phillip, 1525; Georg, 1527; dan Magdalena, 1533). Istrinya meninggal pada tahun 1557 saat Melanchthon di Diet Worms.

KARYA-KARYA MELANCHTHON

Teologia Sistematika Loci Communes

Di Wittenburg, Melanchthon menuliskan ringkasan teologia yang disebut Loci Communes Rerum Theologicarum. Tujuan Melanchthon adalah menyusun pengajaran Alkitab secara sistematis. Luther merekomendasikan buku itu menjadi bacaan utama teologia di Wittenberg. Surat Roma adalah sumber dari pengajaran buku tersebut. Doktrin anugerah, iman, dosa asal, dan pertobatan tersusun secara sederhana.

Terjemahan Alkitab Luther

Selama di Wittenburgh, Melanchthon belajar teologi di bawah arahan Luther dan sebaliknya, Melanchthon mengajarkan bahasa Yunani kepada Luther. Itulah sebabnya, Melanchthon menyarankan agar Luther menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Jerman. Di kastel Wartburg, selama tahun 1521-1522, dalam suasana pengasingan, Luther berhasil menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman. Sebelum diterbitkan, Melanchthon dilibatkan untuk mengoreksi bahasa Yunaninya. Pada tahun 1522, Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Jerman diterbitkan.

Karya-Karya Lainnya

Ketika berumur 21 tahun, Melanchthon telah menerbitkan buku teks "Tata Bahasa Yunani". Buku ini populer selama beberapa abad. Dari bahan-bahan pengajarannya tentang etika dan tulisan-tulisan Aristoteles dan Cicero, Melanchthon menerbitkan Sistem Etikanya (tahun 1358) dan direvisi pada tahun 1550. Pada tahun 1540, Melanchthon menerbitkan De anima, pengajaran tentang manusia (versi terakhir tahun 1553), dan pada tahun 1549, sebuah karya di bidang fisika, sebuah opini terhadap sudut pandang Copernicus tentang dunia. Di samping itu, Melanchthon juga menulis tafsiran-tafsiran Perjanjian Baru. Pada tahun 1527, ia menulis tafsiran surat Kolose. Antara tahun 1529 dan 1556, ia menulis tafsiran surat Roma. Melanchthon juga menulis tiga konfesi, yakni "Konfesi Augsburg", "Apologia Konfesi Augsburg", dan "Risalah Tentang Kekuasaan dan Keutamaan Paus". Ia pernah berpartisipasi dalam pembicaraan damai antara pemerintah-pemerintah. Melanchthon Tidak hanya dikenal sebagai pembaharu, tetapi juga sebagai pengajar yang memiliki kemampuan komunikasi melalui tulisan-tulisan dengan sangat baik.

MELANCHTHON DAN REFORMASI

Dipanggil ke Wittenburg

Phillip Melanchthon

Pada tahun 1518, ketika berumur 21 tahun, Melanchthon direkomendasikan oleh Reuchlin untuk mengajar literatur Yunani di Universitas Wittenburg. Pada tanggal 28 Agustus, ia memberikan kuliah pertamanya dengan judul "Pembaharuan Pengajaran bagi Kaum Muda". Di Wittenburg, Melanchthon yang belajar teologia di bawah arahan Martin ini menjadi pengajar yang termasyhur. Dan Luther mengakui kemampuan Melanchthon.

Berdebat di Leipzig

Awal tahun 1519, Melanchthon mendukung reformasi. Pada tahun yang sama, ia bersama Luther dan Andreas Karlstadt pergi ke Leipzig untuk berdebat dengan teolog Gereja Roma, Johannes Eck, yang diutus oleh Paus. Dalam perdebatan itu, Melanchthon memberikan catatan kecil kepada Luther satu pesan kitab suci mengenai kedudukan Paus. Nasihat ini membuat Eck marah. Kemudian Luther berkomentar, "Dalam profesi pengajaranku, aku tidak pernah tunduk pada apa pun selain nasihat Phillip ini. Orang ini lebih benar bagiku daripada Eck yang kotor."

Diet di Augsburg

Pada awal tahun 1530, Raja Charles V mengadakan Diet Kekaisaran di Augsburg. Ia berkeinginan untuk menyatukan kerajaan untuk melawan ancaman Turki dan bermaksud mempersatukan gereja. Fredrick the Wise, meminta agar semua teolog dari Wittenberg menulis sebuah pernyataan tentang apa yang dimaksud dengan gereja dan praktiknya. Tetapi di Augsburg, para pangeran dan penduduk di kota-kota itu telah menetapkan pengajaran Luther untuk dijadikan konfesi. Awalnya, dipakai juga dokumen-dokumen seperti Schwabach dan artikel Torgau. Hal ini dimaksudkan agar Lutheran tidak dianggap melawan Gereja Roma. Tetapi dokumen-dokumen itu merupakan kesepakatan yang masih berisi beberapa pertentangan. Di bawah pengolahan Melanchthon dan nasihat Luther, yang tidak hadir di Augsburg, konfesi itu dilengkapi dan disetujui oleh tujuh pangeran yang mewakili dua kota dan diterima oleh kaisar pada tanggal 25 Juni 1530. Dokumen itu dibaca dengan lantang di Diet Worms. Banyak oposisi terkejut ketika mereka mendengar pernyataan yang telah disusun oleh Melanchthon. (Banyak pernyataan yang positif tentang iman; hanya beberapa yang menentang Gereja Roma dan Kepausan). Para elektor yang telah menandatangani dokumen itu tidak segan-segan menyatakan keteguhan iman mereka. Mereka lebih menghargai salib Kristus daripada posisi dan kekuasaan mereka.

Tekanan dari Diet Augsburg sangat besar atas Melanchthon. Ketika kepausan mengutus Campeggi untuk memerintahkan kaisar agar menghancurkan gerakan reformasi dengan penganiayaan yang besar. Dalam dialog itu, Melanchthon menjamin bahwa Protestan tidak berbeda dengan doktrin Roma dan perubahan kecil dalam ibadah dan aturan keimaman harus ditoleransi (Gereja Roma tidak secara resmi mengutuk doktrin Reformasi sampai konsili Trente dideklarasikan). Dalam minggu-minggu berikutnya, Melanchthon terus bernegosiasi dengan utusan itu, tetapi Roma tidak mau berkompromi. Karena tindakan Melanchthon di Augsburg, beberapa orang sejak saat itu, menganggap dia sebagai seorang pengkhianat atau kompromistis.

Periode Interim

Masa interim adalah masa sedih kehidupan Melanchthon. Setelah kematian Luther, Kaisar Charles V menginvasi Jerman dan menyerang wilayah yang menerima reformasi itu. Ia menunjukkan sebuah dokumen yang disebut Leipzig Interim kepada semua orang. Dokumen ini adalah seperangkat pertentangan antara Katolik Roma dan penginjilan selama periode interim sampai sebuah konsili dilakukan. Dokumen itu juga menyebabkan meluasnya perlawanan terhadap Lutheranisme yang perlu direvisi. Dokumen yang telah direvisi disebut Interim Augsburg, yang ditulis oleh Melanchthon bersama beberapa orang dari Wittenberg pada bulan November 1548. Revisi ini hanya sedikit memberikan pertentangan terhadap pengikut Luther. Pada tahun 1553, Maurice dari Saxon yang mengkhianati kaisar, dikembalikan kepadanya, kemudian dikeluarkan dari Jerman. Sebelumnya, Melanchthon tidak pernah melibatkan Maurice dari Saxon dalam interim itu dan mengkritiknya karena persekongkolannya dengan posisi Lutheran. Ironisnya, diskusi terbuka dengan golongan reformasi juga menghasilkan beberapa tuduhan yang mirip untuk mengkhianati pertemuan itu. Dalam peristiwa ini, Melanchthon tidak dapat memuaskan orang-orang yang untuknya dia telah bekerja keras; tetapi dirinya sendiri pun merasa tidak puas.

PENUTUP

Melanchthon ahli dalam bidang astronomi, bahasa kuno, pendidikan, dan puisi. Ia adalah sarjana humanis ideal abad ke-16. Karena pekerjaan teologianya, ia termasuk seorang reformator, sederetan dengan Luther dan lainnya. Melanchthon dianggap sebagai pemimpin sekuler dan spiritual -- sederetan dengan Erasmus dari Rotterdam, Raja Henry VIII, dan John Calvin. Karena pandangan teologianya mirip Calvin, ia dicurigai sebagai Cripto-Calvinism. Melanchthon seorang yang baik hati, bermoral, perhatian, ramah, meskipun agak pemalu dan sering sakit. Dia adalah manusia berpola pikir damai. Dalam seluruh kehidupannya, ia menekankan pentingnya keahlian, pendidikan, dan kesalehan hidup kristiani.

Iman tidak lain adalah percaya pada karunia ilahi yang dijanjikan dalam Kristus
(Philip Melanchthon).
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Melanchthon terakhir kali memberikan kuliah pada 11 April 1560. Dia meninggal pada 19 April 1560 dan dimakamkan di dekat sahabatnya, Luther, di bawah Kastel gereja di Wittenberg. Makamnya ditandai dengan kata-kata dalam bahasa Latin: "Di sini diistirahatkan tubuh yang sangat terpuji, Philipp Melanchthon, yang meninggal pada 19 April 1560, di kota ini, ia telah hidup selama 63 tahun 2 bulan dan 2 hari."

Tahun-Tahun Dalam Sejarah Hidup Phillip Melanchthon

1497 Lahir di Bretten, Jerman; 1508 Pendidikan Bahasa Latin di Pforzheim; 1509 Belajar di Heidelberg; 1514 Bergelar Master, mulai mengajar; 1517, 95 Tesis Luther; reformasi terbuka; 1518 Profesor Bahasa di Wittenberg; 1519 Menemani Luther berdebat di Leipzig; 1520 Menikah dengan Katherina Krapp; 1521 Edisi pertama Loci Communes; 1522 Asisten Luther dalam menerjemahkan PB dalam Bahasa Jerman; 1528 Instruksi Melanchthon untuk reformasi sekolah dan Universitas; 1529 Berpartisipasi di Konferensi Marburg; 1530 Konfesi Augsburg dipresentasikan kepada Charles V; 1536 Reformasi universitas dipimpin oleh Melanchthon; 1546 Martin Luther meninggal pada 18 Februari; 1547 Perang Schmalkaldic; 1548 Interim dimulai; 1552 Interim berakhir; 1555 Perdamaian Augsburg; 1557 Istri Melanchthon meninggal pada 11 Oktober, saat ia di Worms; 1560 Phillip Melanchthon meninggal pada 19 April.

Download Audio: Phillip Melanchthon

Daftar bacaan:

Anonim. 1997-1998. Philipp Melanchthon 500th Anniversary Exhibit, dalam http://chi.lcms.org/.

Frank, Eric. 1996. Philip Melanchthon: Scholar And Refomer, dalam http://www.wrs.edu/.

Shepherd, Victor. 1997. Philip Melanchthon dalam http://www.wrs.edu/Materials_for_Web_Site/Journals/3-2%20Aug-1996/Frank%20-%20Philip%20Melancthon.pdf.


Sumber: Bio-Kristi 16

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru