Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

You are hereRiwayat / Rut dan Naomi: Kisah Penebusan

Rut dan Naomi: Kisah Penebusan


Kelaparan dan Tragedi

Pembukaan Kitab Rut dimulai dengan penderitaan. Saat kelaparan melanda Betlehem, Naomi dan suaminya berdiam di Moab, dan kedua anak laki-laki mereka memperistri perempuan-perempuan Moab bernama Rut dan Orpa. Namun, setelah lebih dari satu dekade, para perempuan itu ditinggalkan sendirian di dunia saat suami-suami mereka meninggal.

Gambar: Rut dan Naomi

Naomi, setelah mendengar tentang kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya di tanah Yehuda, memutuskan untuk pulang ke sana. Baik Rut maupun Orpa berkeras ingin menemaninya, tetapi dia justru memberi tahu mereka untuk pulang kepada ibu mereka masing-masing. Mendengar hal ini, Orpa mencium Naomi, lalu pergi, tetapi Rut "memegang erat kepadanya," dan menolak meninggalkan dia:

Akan tetapi, Rut berkata, "Jangan memaksa aku untuk meninggalkan engkau dan berbalik dari mengikut engkau.
Sebab, ke mana engkau pergi, aku pun akan pergi.
Di tempat engkau akan menetap, aku pun akan menetap.
Bangsamu akan menjadi bangsaku, dan Allahmu akan menjadi Allahku.
Di tempat engkau mati, aku pun akan mati
dan di sanalah aku akan dikuburkan.
Kiranya TUHAN berbuat demikian kepadaku, dan lebih dari itu, biarlah hanya kematian yang akan memisahkan aku dan engkau."
- Rut 1:16-17, AYT






Rut dan Naomi Pergi

Menyadari bahwa Rut bertekad menemaninya, Naomi pergi bersamanya ke Betlehem. Saat mereka tiba di negeri itu, musim panen jelai baru saja dimulai. Rut pergi untuk memungut jelai di ladang milik seseorang bernama Boas, yang merupakan kerabat Naomi. Saat Boas melihat Rut bekerja di sana, dia bertanya kepada para penuainya, "Punya siapakah perempuan muda itu?" Mereka pun memberi tahu dia bahwa perempuan itu adalah seorang Moab yang pulang bersama Naomi (Rut 2:5-7).

Kemudian, Boas berbicara kepada Rut, memintanya agar tetap tinggal di ladangnya serta menawarkan perlindungan darinya. Rut terkagum oleh kebaikannya, lalu menanyakan apa yang sudah dia perbuat sehingga mendapat belas kasihan darinya. Boas menjawab:

"Telah diceritakan seluruhnya kepadaku tentang segala sesuatu yang telah kamu lakukan untuk mertuamu setelah suamimu mati, dan bagaimana kamu meninggalkan ayah dan ibumu serta tanah kelahiranmu untuk pergi kepada bangsa yang tidak kamu kenal sebelumnya. Kiranya TUHAN membalas perbuatanmu dan upah sepenuhnya akan diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya kamu telah datang berlindung." - Rut 2:11-12, AYT

Setelah mereka berbicara, Boas memerintahkan para pekerjanya agar meninggalkan jelai tambahan bagi Rut untuk dia pungut.

Naomi Menyusun Rencana

Saat Rut pulang kepada ibu mertuanya pada malam itu, dia memberitahunya di mana dia bekerja di ladang pada hari itu. Naomi menanggapi dengan sukacita, lalu berkata tentang Boas demikian:

"Diberkatilah dia oleh TUHAN, yang tidak menahan kebaikan-Nya kepada orang yang hidup dan kepada orang yang mati. Orang itu adalah kerabat dekat kita, dia adalah salah satu dari penebus kita." - Rut 2:19-20, AYT

Kemudian, Naomi memberi tahu Rut untuk pergi menemui Boas di tempat pengirikan pada malam itu. Jadi, Rut melakukan seperti yang dikatakan oleh Naomi, lalu pergi ke tempat pengirikan dan menyingkapkan selimutnya di tempat dia berbaring. Boas terbangun pada tengah malam dan terkejut karena melihat Rut berbaring di kakinya:

Dia bertanya, "Siapakah kamu?" Jawabnya, "Aku Rut, hambamu. Ambillah hambamu ini ke bawah perlindunganmu, sebab engkaulah penebus kami." Boas menjawab, "Kiranya TUHAN memberkatimu, Anakku. Kamu telah menunjukkan kebaikanmu ini lebih besar daripada sebelumnya karena kamu tidak pergi mencari laki-laki muda, baik yang miskin maupun yang kaya. Sekarang, anakku, jangan takut. Aku akan lakukan apa yang kamu minta, sebab semua orang di kotaku ini tahu bahwa kamu adalah perempuan yang baik. Nah, sekarang, memang benar bahwa aku adalah penebusmu, tetapi masih ada seorang penebus yang lebih dekat daripada aku. Tinggallah di sini malam ini. Besok pagi, jika dia mau menebusmu, bagus, biarlah dia melakukannya. Namun, jika dia tidak ingin menebusmu, demi TUHAN yang hidup, aku akan menebusmu. Berbaringlah sampai pagi." - Rut 3:9-13, AYT

Penebusan Rut

Pilihan Allah untuk memasukkan Rut dalam cerita penebusan ilahi menunjukkan bahwa kasih karunia-Nya diperuntukkan bagi semua orang, dan bahwa tidak ada orang yang terlalu remeh untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Setelah kejadian ini, Boas pergi dan berbicara kepada para tua-tua di kota, dan memberi tahu mereka tentang milik pusaka Naomi: sebidang tanah dari kerabat mereka, Elimelekh. Dia mengatakan kepada penebus mereka bahwa dengan mengambil tanah itu, dia juga harus mengemban tanggung jawab untuk menikahi Rut. Akan tetapi, penebus itu melepaskan haknya atas tanah itu, lalu Boas pun membelinya sendiri. Kemudian, Boas mengambil Rut sebagai istrinya, dan bersama-sama, mereka memiliki seorang anak laki-laki bernama Obed. Obed memperanakkan Isai, yang adalah ayah dari Daud, yang nantinya akan menjadi Raja Israel.

Pelajaran dari Rut dan Naomi

Kitab Rut merupakan contoh indah tentang bagaimana Allah dapat mengambil situasi yang putus asa dan mengubahnya menjadi sesuatu yang agung. Cerita ini dimulai dengan tragedi -- dengan kelaparan dan kematian suami Rut dan Naomi. Akan tetapi, karena Rut setia dan taat, Allah memberinya imbalan. Rut tidak hanya ditebus oleh Boas, tetapi juga menjadi leluhur dari raja Israel yang akan datang. Yang penting untuk diperhatikan secara khusus dalam cerita ini adalah warisan Rut: dia adalah seorang Moab, sebuah detail yang sering diulang dalam kitab ini. Semasa hidup Rut dan Naomi, orang Israel memandang rendah orang Moab, menganggap mereka sebagai kaum yang lebih rendah. Dengan memilih Rut, Allah memilih salah satu dari "yang paling kecil" sebagai dasar garis keturunan dari bukan hanya raja Israel yang akan datang, tetapi juga Sang Mesias yang akan menyelamatkan dunia. Pilihan Allah untuk memasukkan Rut dalam cerita penebusan ilahi menunjukkan bahwa kasih karunia-Nya diperuntukkan bagi semua orang, dan bahwa tidak ada orang yang terlalu remeh untuk dipakai bagi kemuliaan-Nya. (t/Odysius)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Basilica
Alamat situs : https://www.nationalshrine.org/blog/ruth-and-naomi-a-story-of-redemption/
Judul asli artikel : Ruth and Naomi: A Story of Redemption
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 17 Mei 2021

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru