Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are herePengkhotbah / Hyman Jedidiah Appleman

Hyman Jedidiah Appleman


Hyman Jedidiah Appleman lahir pada tanggal 7 Januari 1902 di Mogilev, Belarusia; dan meninggal pada tanggal 29 Mei 1983 di Kansas, Missouri.

Pelayanan mantan penganut Yahudi ini begitu efektif, berdampak luas, dan produktif. Dia sebenarnya membantu memelopori perjalanan zaman modern bagi penginjilan massal, ketika pelayanannya dalam lingkup kota pada awal tahun 1940-an melecutkan antusiasme penginjilan yang sempat dilupakan sejak zaman Billy Sunday, Mordecai Ham, dan Bob Jones.

Appleman lahir di tepi Sungai Dnieper di Belarusia dari keturunan Yahudi Ortodoks. Dia dibesarkan dan dididik dengan keyakinan Yahudi oleh kakek dan neneknya yang sangat disiplin. Sewaktu dia masih kecil, dia pernah terlempar dari kuda dan nyaris terbunuh karena terinjak kaki kuda yang dinaikinya. Karena kecelakaan ini, dia terpaksa mengenakan semacam jaket ketat selama berhari-hari. Dia ingat sekali kapan jaket itu boleh dilepas, dan dia merasa sangat lega.

Tidak lama kemudian, ayahnya tiba di Amerika -- 1,5 tahun sebelum seluruh keluarga datang ke sana. Sewaktu tiba dengan ibu dan ketiga adiknya pada bulan Desember 1914, Appleman sudah mengerti bahasa Ibrani dan cukup memahami bahasa Jerman, Rusia, Yahudi-Jerman, dan Polandia. Selanjutnya, dia mempelajari bahasa Inggris. Dia didaftarkan di sekolah umum Hans Christian Andersen di Chicago. Anak laki-laki berusia 13 tahun dengan berat badan hampir 75 kilogram itu harus duduk di salah satu kursi kecil yang biasa dipakai murid kelas 1 SD. Kendati mengalami kesulitan mempelajari bahasa baru, dia bisa melewati pendidikan dasar dalam 2 tahun dengan nilai tinggi, kemudian melanjutkan ke sekolah swasta prauniversitas.

Setelah itu, dia mendaftar ke Universitas Northwestern dan mendapat gelar sarjana sastra. Selain itu, dia juga belajar di Universitas DePaul dan mendapat gelar sarjana hukum. Dia berkuliah di kedua tempat itu pada tahun 1918-1921. Dia lulus dari Universitas DePaul sebagai salah satu mahasiswa dengan nilai tertinggi di kelas dan mendapatkan beasiswa. Tahun 1921, dia menerima izin praktik hukum dan pada tahun 1921-1925 ia menjadi pengacara persidangan yang sukses di Chicago. Beasiswa 2 tahun yang diperolehnya dimanfaatkan untuk mengikuti kelas malam dan setelah 3 tahun (1921-1923) dia mendapatkan gelar magister di bidang hukum. Tahun 1922, salah satu profesor di Universitas DePaul meninggal dan Appleman diminta untuk mengajarkan materi di kelas. Demikianlah dia mengajar, kuliah, sambil praktik hukum. Sementara itu, ayahnya sedang membangun usaha dan menyerahkan biro hukumnya kepadanya.

Pada saat itu, Appleman belum terlalu religius, meskipun dia bukan tergolong kafir atau ateis. Dia menjadi anggota sinagoge, menghadiri ibadah tiga kali setahun, dan bertunangan dengan seorang gadis Yahudi yang masih muda. Dia tidak minum minuman keras dan tidak berjudi, tetapi dia tidak mengenal Perjanjian Baru. Kehidupan semacam ini membuatnya tidak bahagia dan tidak menemukan kepuasan di dalam hatinya. Awalnya, dia mencoba mengabaikannya dengan bekerja dan bekerja. Dia pun menjadi gila kerja. Akibatnya, pada musim gugur tahun 1924, dia nyaris lumpuh. Sekalipun ia dapat kembali bekerja, namun kemampuannya masih terbatas. Suatu malam ketika dia pulang, dia melihat ayah, ibu, saudara, rekan kerja, dan dokter keluarga tengah berdiskusi. Mereka berkata bahwa dia membutuhkan liburan. Dia pun memutuskan untuk pergi ke luar kota pada bulan Desember 1924.

Tujuan pertamanya adalah Kansas. Dia singgah ke YMCA untuk menemui Rabbi Silbert dalam waktu 1 atau 2 hari. Pada hari Sabtu (Sabat orang Yahudi), di lobi kantor YMCA dia terlibat dalam sebuah debat dari pukul 4 sore sampai 10 malam. Setelah itu dia pulang ke kamarnya. Pada tengah malam, seorang pria tua mengetuk pintu kamarnya dan memperkenalkan diri sebagai Daly, wartawan surat kabar Kansas City Star. Kemudian, Daly berdiskusi dengannya di lantai bawah. Selama satu jam, Daly bersaksi tentang Tuhan Yesus Kristus kepada Appleman. Dia pergi setelah Appleman berjanji akan membaca Perjanjian Baru. Appleman melihat Alkitab Gideon dan membukanya. Sekali sebelumnya, ketika di Chicago, dia ingat tengah berjalan di dekat kebaktian jalanan dan mendengar sambil lalu sebuah frasa, kata-kata yang tidak akan dilupakannya: "Jika seseorang ingin secepatnya memahami agama, dia harus membaca Injil Yohanes." Appleman, yang menduga Yohanes ada di Perjanjian Baru, akhirnya menemukannya, dan membaca kira-kira lima baris dari salah satu perikop.

Pukul 8 pagi, seseorang kembali mengetuk pintu. Orang itu memperkenalkan dirinya sebagai Garrett, dan mengajak Appleman untuk pergi ke sekolah minggu bersamanya. Appleman tidak sampai hati untuk menolak, maka dia pun hadir di Methodist Institutional Church di Kansas. Setelah ibadah sekolah minggu usai, Garrett berkata, "Maukah Anda tetap tinggal untuk ikut kebaktian?" Appleman setuju dan menghadiri ibadah pertamanya di Gereja Protestan. Sebelumnya dia pernah mengikuti beberapa misa Katolik dan terkejut melihat tidak adanya hiasan, lukisan, patung, salib, air suci, jubah, atau musik organ yang syahdu. Pikirnya, "Apakah mereka semua tak beragama?" Dia belum pernah melihat balkon paduan suara, Alkitab mimbar yang besar, atau pendeta tanpa jubah. Dia tetap mengikuti ibadah, meskipun acara itu tidak masuk akal baginya. Usai kebaktian, dia pergi ke rumah seorang rabi.

Beberapa waktu kemudian, Appleman bepergian dengan beberapa anggota keluarganya untuk mengunjungi kerabat lain di St. Louis, kemudian kembali lagi ke Kansas, lalu Omaha dan Denver pada Maret 1925. Berat badannya turun dari 106 kilogram menjadi 75 kilogram dalam jangka waktu kurang dari 4 bulan. Dia melihat salah satu sekretaris di YMCA lokal tempat dia tinggal, Durrett, dan bertanya di mana dia dapat menemukan seorang dokter yang cakap. Sekretaris itu berkata bahwa dia tidak dapat membantu, tetapi dia justru memberi tahu tentang gerejanya di seberang jalan, Gereja Kristen Pusat Denver, dan menyarankannya untuk berkonsultasi dengan sang pendeta, Dr. James E. Davis. Gereja itu merupakan gereja Kristen denominasi Murid-Murid Kristus (Disciples of Christ) terbesar saat itu.

Appleman pun datang ke gereja itu dan bertemu dengan Dr. Davis. Percakapan mereka berlangsung dari pukul 3 sore hingga lewat tengah malam. Dr. Davis memberitahunya, "Kamu tidak membutuhkan dokter, Anakku. Kamu membutuhkan Yesus Kristus!" Dr. Davis segera menjelaskan semua kebenaran tentang Juru Selamat dan Appleman merenungkannya. Sang pendeta berlutut, memeluk Appleman, dan mulai berdoa dengan suara lembut dan patah-patah, air mata mengalir membasahi pipinya. Iblis sudah kalah! Peperangan sebagian besar berpusat pada fakta bahwa orang tuanya dan keempat saudaranya -- penganut Yahudi -- akan kecewa bila Appleman menjadi orang Kristen. Walaupun begitu, sang pendeta tidak mau menyerahkan jiwa Appleman kepada musuh.

Setelah mendengar Roma 10:9, Appleman meminta agar ayat ini dijelaskan. Akhirnya, dengan gigi mengertak dia berkata, "Tuhan, aku tidak tahu dan aku tidak mengerti, tetapi orang ini dan Alkitab ini berkata bahwa Anak-Mu sudah mati untuk dosa-dosaku, dan bahwa jika aku meminta kepada-Mu dalam nama-Nya, Engkau akan mengampuni dosa-dosaku. Tuhan, dalam nama Yesus, ampunilah dosa-dosaku." Kedua orang ini berdiri dan Appleman berkata, "Selanjutnya apa yang harus saya lakukan?" Mereka pun membicarakan dan menyepakati untuk mengadakan pembaptisan pada hari Minggu berikutnya. Dia dan seorang muda yang lain maju untuk mengakui Kristus di depan umum dan dibaptis. Lalu dia ke kantor pos terdekat dan mengirim telegram ke rumah, isinya: "Aku sekarang menjadi orang Kristen, aku sudah dibaptis, aku bergabung dengan sebuah gereja. Aku akan selalu berdoa untuk kalian." Saat itu umurnya 23 tahun. Sebuah telegram balasan datang pada hari yang sama: "Cepatlah pulang." Selama minggu itu, dia menerima sedikitnya selusin surat dan telegram. Minggu berikutnya pacarnya datang, tetapi tidak mau menginap di Denver dan kembali ke Chicago. Pertunangan mereka pun berakhir.

Pertobatannya secara alami telah menyebabkan kegemparan di lingkungan kaum Yahudi, dan dia terusir dari keluarganya. Karena keluarganya menjauhinya, dia ingin tinggal di Denver untuk belajar Alkitab lebih banyak sebelum kembali ke kerabatnya untuk berkonfrontasi. Dia tinggal di Denver hingga bulan Agustus sembari mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Selain itu, dia mulai memberikan kesaksian dan khotbah. Hari Minggu pertama bulan Agustus, dia menyampaikan renungan pagi dan sore di gereja tempat dia bertobat, saat pendetanya berlibur. Malam itu, dia menerima telegram dari rumah mengabarkan ibunya sekarat. Dia pun segera naik kereta untuk pulang. Namun ketika dia tiba, dia mengetahui ayahnya telah mengirim berita palsu dan memohonnya agar mempertimbangkan ulang keputusannya. Saat Appleman menolak, sang ayah dengan marah dan geram berkata, "Jika nanti kamu kelaparan dan merangkak kemari, aku akan melempar remah-remah roti sebagaimana yang kulakukan kepada anjing."

Appleman pun kembali ke tempat asalnya. Dia memperoleh pekerjaan di Reading Railroad, di Camden, New Jersey. Namun tidak semuanya berjalan dengan baik, dia bahkan mulai kembali melakukan kebiasaan lama. Dia bekerja di sana hingga November 1925, lalu memutuskan untuk kembali ke Chicago. Dia sangat depresi terhadap hidupnya dan keterasingannya dari keluarga, sehingga dia memutuskan untuk bunuh diri dengan berenang di Danau Michigan sejauh mungkin, lalu membiarkan diri tenggelam.

Di Pittsburgh, dalam perjalanan pulangnya ke Chicago, ada tempat transit kereta api. Ketika berjalan di sepanjang tempat transit itu, dia melihat papan pengumuman perekrutan tentara AS di depan kantor pos. Appleman memutuskan untuk mendaftarkan diri di tempat itu, sambil berpikir bahwa ini mungkin memberinya pilihan untuk mengakhiri semuanya. Dia dikirim ke Rumah Sakit Walter Reed di Washington untuk mengabdi di departemen kesehatan selama 3 tahun. Suatu hari, dia datang ke gedung bertuliskan "YMCA Hut" dan dia masuk ke ruang tamu tempat Howard, sekretaris YMCA, sedang mengajar kelas sekolah minggu. Dia menceritakan kisahnya kepada Howard, lalu segera diperkenalkan dengan pendeta kepala, pengkhotbah Lutheran. Sang pendeta berhasil membuatnya tertarik untuk mengajar kelas misi penginjilan besar di Washington. Dalam misi inilah dia bertemu Verna Cook, gadis yang kemudian menjadi istrinya. Saat itu, Verna sedang mengajar kelas putri.

Setelah itu, untuk sementara Appleman ditugaskan untuk merawat petugas-petugas yang sakit dan terluka. Setelah berhenti, dia tidak memiliki tempat tujuan. Dia kemudian mendaftar ulang untuk masa bakti kedua dalam pelayanan. Dia dikirim ke rumah sakit di Fort Sill, Oklahoma, dekat Lawton. Oleh karena itu, dia atestasi dari Gereja Baptis di Washington ke Gereja Baptis Pusat di Lawton pada bulan Desember 1927, dan mulai mengajar sekolah minggu. Mendekati bulan November 1928, Appleman aktif berkhotbah, terkadang berseragam, terkadang berpakaian sipil. Dia mengadakan KKR di dekat Lawton, di sebuah sekolah kecil bernama Woodlawn. Setiap orang yang belum selamat di daerah itu memutuskan untuk bertobat, gereja pun ditata ulang, dan Appleman diminta menjadi pendeta. Ini terjadi pada bulan Maret 1930. Akan tetapi, karena denominasi Baptis Selatan (Southern Baptist) tidak menerima pendatang asing, Appleman pun dibaptis lagi dan ditahbiskan menjadi pendeta pada tanggal 30 Mei 1930 di Gereja Baptis Pusat di Lawton, Oklahoma, yang sebelumnya digembalakan oleh S.R. McClung. Ketika tangan-tangan ditumpangkan ke atasnya, dia menyerahkan semua yang dia miliki kepada Tuhan dan melepaskan keanggotaan militernya pada bulan Agustus 1930.

Pada tanggal 4 September 1930, dia menikahi Verna Cook, di dekat air terjun Livermore, Maine. Karena merasakan panggilan mantap untuk melayani, dia memutuskan untuk masuk ke Seminari Teologi Southwestern Baptist di Fort Worth, Texas pada tahun 1930 sampai tahun 1933. Di sana, dia menerima pendidikan teologi. Tidak lama kemudian, istrinya masuk seminari yang sama dan menerima gelar doktor di bidang pendidikan agama. Appleman kemudian menerima gelar doktor kehormatan dari Seminari Teologi Western Baptist Portland, Oregon. Selain di gereja kecilnya di Woodlawn, dia juga diminta menjadi pendeta gereja lain di dekat situ dan menggembalakan kedua gereja dari bulan September 1930 sampai dengan April 1931. Hal ini berarti dia harus mengemudi sejauh 304 km setiap akhir pekan, kecuali saat dia mengadakan KKR di suatu tempat. Bulan April 1931, dia mengadakan KKR di Gereja Baptis Vickery, Texas. Beberapa waktu setelah pendeta di gereja itu mengundurkan diri, Appleman diminta meneruskan pelayanan. Dia menjadi pendeta di sana hingga bulan Mei 1934.

Pada bulan Desember 1933, Dr. J. Howard Williams, sekretaris Texas Baptist Convention, memberi tahu Appleman bahwa dia terpilih untuk menjadi salah satu penginjil di Texas. Dia menjabat sebagai penginjil hingga bulan Januari 1942 dan setia melayani selama 8 tahun di setiap KKR Southern Baptist Convention. Akan tetapi, ketika dia semakin dikenal secara nasional, dia merasakan panggilan Allah untuk pelayanan yang lebih besar. Setelah mengundurkan diri [dari jabatan penginjil Texas - Red], dia melibatkan diri dalam kebaktian gereja lokal, KKR gabungan lingkup kota maupun wilayah. Selain itu, setiap tahunnya ia juga melayani ke luar negeri beberapa kali.

Bulan Januari 1942, dia mengadakan KKR besar yang pertama di Philadelphia, Pennsylvania. Di sana, yang dihadiri lebih dari 200 gereja, dia mengajar selama tiga minggu di Town Hall dan selanjutnya di Convention Hall. Di bawah koordinasi Horace Dean, acara tersebut mendatangkan keselamatan bagi 2.700 orang selama KKR tiga minggu dengan lebih dari 5.000 orang menerima Yesus. Tahun 1944, dia melayani KKR di Los Angeles, California, yang didukung berbagai gereja dan Komite Pengusaha Kristen (Christian Business Men's Committees) daerah tersebut. Jumlah jemaat yang hadir adalah 7.000 sampai 8.000 orang, dengan 2.500 petobat dalam KKR tiga minggu. Tahun 1948 (11 Januari - 1 Februari 1942) di Detroit, Michigan, dia menghasilkan 2.700 petobat baru dalam pelayanan lingkup kota.

KKR lainnya yang berkesan terjadi di Danville, Illinois pada bulan Maret 1950 dengan 1.061 petobat baru dalam dua minggu, diikuti KKR yang sukses di San Francisco, California. Di Decatur, Illinois, tahun 1951, ada 3.300 orang yang berkomitmen dalam KKR tiga minggu. Naasnya, setelah berkhotbah menentang komunisme pada suatu malam di Decatur, tendanya dibakar. Namun, kejadian ini tampaknya justru membantu menjangkau 6.000 jiwa dalam KKR selanjutnya. Di Portsmouth, Virginia (1964) dia mendapatkan 1.700 pengakuan iman dalam tiga minggu pelayanan di lingkup kota. Dia mengadakan lebih dari 25 KKR di Dalas, di Fort Worth, sedikitnya ada 12 KKR di Houston - Texas, 15 KKR di Oklahoma City, Oklahoma, dan ebih dari 50 KKR diadakan di California, termasuk Stockton dan Oakland. KKR lingkup kota diadakan di beberapa tempat seperti Mobile dan Montgomery, Alabama; Phoenix, Arizona; Denver, Colorado; Tampa dan St. Petersburg, Florida; Rockford, Illinois; Evansville, Gary, dan Hammond, Indiana; Louisville, Kentucky; Grand Rapids, Kalamazoo, Lansing, dan Holland, Michigan; St. Louis, Missouri; Cleveland, Ohio; Portland, Oregon; Altoona, Pennsylvania; Bristol, Tennessee; El Paso, Texas; Lynchburg, Virginia; dan Seattle, Washington. Bahkan, pelayanan luar negerinya membawanya ke beberapa tempat seperti Australia (1948). Di sana, selama 6 bulan dia bersama penginjil lagu Homer Britton mengadakan KKR yang luar biasa. Sekitar 9.600 petobat dapat disaksikan di beberapa auditorium terbesar di negara itu. Dia menghabiskan 3 bulan pada tahun 1951 di Inggris Raya dan beberapa waktu di Meksiko (1952) dengan 200 jiwa diselamatkan pada malam pertama KKR di sana. Tahun 1955 dia menyaksikan 3.000 komitmen iman dibuat dalam pelayanan di Guatemala dengan 3.000 sampai 7.000 jemaat yang hadir setiap malam.

Tahun 1957 dia kembali ke tanah kelahirannya dan ke sejumlah tempat di Uni Soviet untuk berkhotbah. Tahun 1959, dia mengadakan kebaktian di Irlandia Utara, Yunani, Portugal, Spanyol, Jerman, Perancis, Belanda, dan Rusia. Tahun 1960, dia melihat 1.350 orang mengaku percaya untuk kali pertama dalam pelayanan sebulan di Mexico City dan Pachuca, Meksiko. Tahun 1962, ada 2.700 komitmen iman dalam 23 hari di Dominika dan Trinidad. Antara bulan Desember 1969 sampai Februari 1970, dia melihat 5.879 petobat baru di Madras dan Kerala, India. Tahun 1950-an, dia juga melayani di Jerman, Polandia, Kosta Rika, Finlandia, Nikaragua, Swiss, Swedia, dan Kanada. Tahun 1960-an, beberapa tempat seperti Korea, Jepang, Israel, Suriah, Taiwan, Mesir, Yordania, Indonesia, Singapura, dan Hong Kong dikunjunginya. Dia berkeliling dunia delapan kali dan mengadakan tiga perjalanan ke Rusia sebagai penginjil -- tahun 1957, 1959, dan 1963.

Pada tahun 1974, dia mengadakan pertemuan penginjilannya yang ke-40 yang meliputi 48 kebaktian di sembilan belas negara bagian. Dia menghabiskan hampir sepanjang tahun di jalan. Ujian terhadap seorang penginjil yang cakap adalah diundang kembali oleh mereka yang pernah dilayaninya sebelumnya, dan Appleman selalu mendapat bagian penting dalam pertemuan-pertemuan ulangan seperti ini. Ada 9.809 komitmen tahun 1975 dengan 4.158 orang bergabung menjadi anggota gereja. Selama hidupnya, jadwal pertemuan Appleman sangat padat. Sampai-sampai sulit untuk mendapati dia tidak berkhotbah satu hari saja dalam 45 tahun. Rata-rata, setiap tahun ada sekitar 7.000 petobat baru. Sampai akhir tahun 1969, dia telah melihat lebih dari 345.000 orang menerima Kristus, sekitar 270.000 orang bergabung dengan gereja, dan lebih dari 125.000 orang memperbarui komitmen imannya. Dengan meredupnya era KKR lingkup kota, Appleman, dalam tahun-tahun terakhirnya, menjadi penginjil gereja lokal. Akan tetapi, hasil pelayanannya dalam kebaktian-kebaktian di sebuah gereja tetap sama besarnya.

Banyak pemimpin pujian melakukan perjalanan pelayanan bersamanya, seperti Homer Britton, Chelsea Stockwell, Stratton Shufelt, John Troy, Garland Cofield, dan Ellis Zehr. Ellis Zehr mengenang berkat-berkat dari kerja sama mereka antara tahun 1959 - 1964. Dia menyatakan bahwa ke mana pun Appleman pergi, orang-orang berbalik kepada Kristus lewat pelayanannya. Dia mampu berkomunikasi dengan baik, sekalipun melalui jasa pengalih bahasa. Dalam kebaktian jalanan di Trinidad orang-orang serempak menirukan ucapannya, "Tuhan, aku tahu aku orang berdosa dan Kristus telah mati bagiku. Selamatkanlah aku ya Yesus."

Seorang pendeta di Indianapolis memberitahukan bahwa pertemuan doa dalam setahun berlipat ganda setelah pelayanan Appleman. Seorang pendeta dari New York ingat bahwa ada 100 orang yang ditobatkan Appleman dan mereka rajin hadir dalam kebaktian. Selain Zehr, gereja demi gereja memberi kesaksian tentang pertumbuhan jumlah jemaat. Gereja Baptis Beth Haven di Louisville, Kentucky, melaporkan pelayanan Appleman selama seminggu telah menghasilkan 198 petobat baru, dan dalam dua bulan berikutnya, jumlah sekolah minggu bertambah hingga hampir mencapai 300. Pendeta James Stuart dari Gereja Baptis Pertama di Concord, New Hampshire, menyimpulkan apa yang dikatakan sebagian besar pendeta setelah Appleman mengunjungi kota mereka:

"Inilah minggu terhebat dalam sejarah gereja selama 140 tahun. Pelayanan Appleman telah menarik lebih banyak orang yang berkomitmen kepada Kristus dibanding kebaktian-kebaktian sebelumnya di sini. Setiap pagi semakin banyak jemaat yang datang dibanding waktu-waktu sebelumnya."

Begitulah, kenyataan tentang Appleman. Kehidupan doa, kerja keras, dan pengajaran alkitabiahnya mengingatkan kita pada rasul Paulus. Appleman menghabiskan akhir hidupnya sebagai anggota Gereja Baptis Red Bridge di Kansas, kota tempat tinggalnya. Dia memiliki dua anak, yang bernama Edgar (lahir tahun 1937) dan Rebecca (lahir tahun 1938). Hyman Appleman meninggal di rumahnya pada tanggal 29 Mei 1983 karena penyakit jantung.

Empat puluh dua bukunya diterbitkan oleh Zondervan, Revell, dan Baker. Judulnya antara lain "Formula for Revival", "Ye Must Be Born Again", "God's Answer to Man's Sin", "The Savior's Invitation", "Come Unto Me", "Appleman's Sermon Outlines and Illustrations", "Will the Circle Be Broken?", "Effective Outlines and Illustrations", "The Gospel of Salvation", "Here Is Your Revival", "Crossing the Deadline", dan masih banyak lagi.

Setiap kebaktian diliput oleh staf radio dan televisi yang setidaknya menyiarkan liputan dalam format wawancara, selama 10 menit sampai 4 jam.

Appleman benar-benar menjadi kekuatan penuntun dalam pelayanan Asosiasi Orang Amerika untuk Penginjilan bagi Orang-orang Yahudi (American Association for Jewish Evangelism). Dia juga menjadi presiden Institut Alkitab Rusia-Ukraina di Saskatoon, Saskatchewan, Kanada, dan presiden Aliansi Umat Kristen Ibrani (Hebrew Christian Alliance) serta menjadi anggota dewan dari beberapa organisasi misi yang lain.

Sebuah penghargaan kehormatan datang dari R.G. Lee, dia berkata: "Dalam kesetiaan pada Alkitab, dalam semangat rohani untuk mencari yang terhilang bagi Kristus, dalam pengajaran Injil yang efektif dengan gairah rohani, dalam keberhasilan atas berbagai hal terpenting dalam usaha penginjilan, Dr. Appleman nyaris menyamai standar ukuran di hadapan Allah."

Lee Roberson menambahkan: "Pertama kali saya mendengarkan dia berkhotbah, hati saya dikobarkan oleh semangatnya yang menyala-nyala dan kerinduannya yang besar atas jiwa-jiwa. Bertahun-tahun ini, saya melihat rekaman KKR-nya -- selama 35 tahun tidak ada sedikit pun semangat yang berkurang darinya dan kepeduliannya atas jiwa-jiwa manusia. Dia benar-benar seorang sahabat sejati, saudara yang menyenangkan, dan pengajar yang hebat."

Billy Graham menyimpulkan: "Dr. Appleman adalah salah satu pengkhotbah Injil yang terbesar dan paling berdampak yang pernah saya dengar. Dua puluh tahun yang lalu saya biasa mendengarkan dia berkhotbah setiap malam dan membuat catatan dari khotbahnya. Beberapa pengetahuan dan inspirasi saya terhadap penginjilan massal muncul dari pelayanannya. Ribuan nama ditulis dalam Buku Kehidupan Anak Domba karena Dr. Appleman memberikan jalan bagi mereka." (t/Setya)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Believer's Web
Alamat URL : http://www.believersweb.org/view.cfm?ID=98
Penulis : Tidak Dicantumkan
Tanggal akses : 8 Desember 2011

 

Sumber: Bio-Kristi 87

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru