Skip to main content

Tokoh Gereja

Hyman Jedidiah Appleman

Hyman Jedidiah Appleman lahir pada tanggal 7 Januari 1902 di Mogilev, Belarusia; dan meninggal pada tanggal 29 Mei 1983 di Kansas, Missouri.

Pelayanan mantan penganut Yahudi ini begitu efektif, berdampak luas, dan produktif. Dia sebenarnya membantu memelopori perjalanan zaman modern bagi penginjilan massal, ketika pelayanannya dalam lingkup kota pada awal tahun 1940-an melecutkan antusiasme penginjilan yang sempat dilupakan sejak zaman Billy Sunday, Mordecai Ham, dan Bob Jones.

Ds. Arie Bikker di Mamasa

Ditulis oleh: Pdt. Abialtar Pappalan

Mungkin tokoh yang satu ini tidak dikenal secara luas di kalangan gereja-gereja di Indonesia, namun di Gereja Toraja Mamasa (GTM) Sulawesi Barat, ia dikenal sebagai salah satu teolog dan penginjil yang bekerja di Mamasa (Toraja Barat) dan sekitarnya sejak tahun 1927.

Johann G. Geissler

Johan Gottlob Geissler dilahirkan pada tanggal 18 Pebruari 1830 di Langen-Reichenbach (Jerman). Ayahnya seorang penjahit, anggota gereja Lutheri yang aktif, dan ia pun mengusahakan agar anak-anaknya mengenal sekolah. Pada waktu itu Johann baru berusia 14 tahun. Dalam buku hariannya dia mencatat: "Tetapi mengenai kehidupan rohani di dalam diri manusia dan mengenai kelahiran kembali, kita waktu itu belum mengerti".

Van Til dan Kesastraan

Tulisan Van Til yang diterbitkan antara lain "The New Modernism" (Presbiterian & Reformed, 1946), "The Defense of the Faith" (P&R, 1955), "Christianity and Barthianism" (P&R, 1962), beberapa silabus, resensi dan artikel. Sebagai seorang teolog, dia juga pernah bekerja sebagai editor Philosophia Reformata yang cukup setia menganut filosofi Kalvinis.

Cornelius Van Til

Cornelius Van Til dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen yang mengasihi Tuhan di Nederland, pada tanggal 5 Mei 1895. Selain di rumah, Cornelius Van Til juga mendapat pendidikan agama Kristen dari sekolah Kristen. Melalui latar belakang yang baik ini, Cornelius Van Til mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat, dan ia menyadari bahwa semua bidang kehidupan manusia ada di bawah pengaturan Tuhan yang Mahakuasa dan Mahabijaksana.

Ulrich Zwingli

"Demi Allah, jangan remehkan firman Allah, karena firman-Nya itu kekal seperti Sungai Rhine yang senantiasa mengalir. Seseorang mungkin bisa membendungnya untuk sementara, tetapi mustahil untuk menghentikannya."

Pada bulan Januari 1523, Ulrich Zwingli -- pendeta kota, menghadap Dewan Kota Zurich. Angin reformasi bertiup ke Alpen dari arah Jerman [yang dipelopori] oleh [Martin] Luther. Zwingli mengemukakan 67 dalil yang diawali dengan: "Setiap orang yang berkata bahwa Injil tidaklah sah tanpa konfirmasi dari gereja, maka ia telah bersalah dan memfitnah Allah." Walaupun 28 dari 95 dalil Luther telah diterbitkan sekitar 6 tahun sebelumnya, alasan-alasan Zwingli lebih bersifat persuasif [ajakan]. Pihak yang berwenang memberinya izin untuk melanjutkan khotbahnya, yang menekankan Kristus [sebagai prioritas pertama] dan gereja [di tempat kedua]. Salah satu dalil Zwingli berbunyi, "Kristus adalah satu-satunya perantara antara Allah dan diri kita." Pembaruan di Swiss sekarang berada di jalurnya, dan Zwingli memainkan peran penting pada tahun-tahun awal.