Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereRenungan / Renungan

Renungan


Memberi Diri

Melalui salah satu renungannya di dalam buku "My Utmost for His Highest", Oswald Chambers berkata, "Hidup-Nya (Yesus) merupakan kegagalan mutlak dilihat dari setiap sudut pandang. Namun, hal yang tampaknya berupa kegagalan dari sudut pandang manusia justru merupakan kemenangan dari sudut pandang Allah karena maksud Allah tidak pernah sama dengan maksud manusia." Bagi dunia yang sangat menjunjung tinggi kesuksesan materi, popularitas, kemampuan dan kekuatan diri, serta pencapaian prestasi, tentu saja kisah kehidupan Yesus tidak akan menjadi sebuah referensi dari sebuah kehidupan yang berhasil.

Tahun Baru

Bacaan: Lukas 4:16-21

Prioritas Utama

Ada kecenderungan di kalangan umat Kristen untuk menganggap bahwa ibadah hari Minggu hanyalah sekadar formalitas. Artinya, beribadah pada hari Minggu di gereja akan dilakukan bila tidak ada "acara" atau "kesibukan lain". Ibadah bersama jemaat di gereja menjadi prioritas kedua (second priority). Kecenderungan ini tidak hanya akan mengakibatkan hadirnya Kristen-Kristen yang tidak tahu mensyukuri kasih dan penyertaan Allah, tetapi juga akan menciptakan Kristen- Kristen yang tidak tahu menghormati karya dan kebesaran Allah dalam hidupnya. Sikap ini sungguh bertentangan dengan pengajaran dan sikap yang diperhatikan langsung oleh Tuhan Yesus. Mari kita lihat bagaimana Tuhan Yesus memprioritaskan ibadah kepada Allah Bapa-Nya dalam hidup- Nya. Sikap ini menunjukkan bahwa selain Dia sangat menghormati Bapa, Dia juga menghormati ibadah persekutuan umat di rumah Tuhan, dan menjadikan ibadah itu sebagai bagian dari hidup-Nya.

Arti Sebuah Pengorbanan

Banyak orang yang berkata, "Aku mencintai Yesus dengan segenap hatiku." Bahkan merelakan seluruh hidupnya hanya untuk Tuhan. Bukan hanya itu, seluruh harta dan kekayaannya direlakan untuk membantu pekerjaan Tuhan.

Namun, pernahkah Anda berpikir kepada siapakah Anda berkorban? Mengapa Anda mau berkorban? Untuk apa Anda berkorban? Kekristenan tidak pernah lepas dari pengorbanan. Melayani Tuhan berarti merelakan diri untuk siap berkorban. Baik korban tenaga, korban waktu, korban perasaan, korban uang, dan mungkin juga korban nyawa.

Kehidupan Baru

Bacaan: Efesus 2:1-7

Nats: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu." (Efesus 2:1)

Sudah lama sekali gereja tua di Detroit itu dibiarkan kosong dan tak terurus. Bangunan yang sudah mulai rusak tersebut berpadu sangat alami dengan keadaan di sekitarnya. Toko-toko di pinggir jalan telah ditutup. Sebuah gedung sekolah tua telah terkunci rapat. Hanya ada beberapa toko grosir yang masih terawat. Suram, kotor, dan terlupakan, begitulah pemandangan yang terlihat.

Kemenangan Melalui Salib

"Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut." (Wahyu 12:11)

Mustahil membaca Perjanjian Baru tanpa terpana oleh keyakinan berciri sukacita yang melingkupinya. Keyakinan ini sungguh mencolok dibandingkan dengan keyakinan tak bermutu pada masa kini. Tidak ada sikap mudah menyerah kepada orang-orang Kristen perdana. Kemenangan, penaklukan, keberhasilan, dan pengalahan -- inilah kosakata para pengikut perdana Yesus. Mereka beranggapan bahwa kemenangan disebabkan oleh salib.

Perayaan Tahun Baru

Bacaan: Mazmur 31:15-25

Saya tidak tahu apa yang biasa dilakukan keluarga Anda untuk merayakan tahun baru. Yang pasti tahun baru dirayakan dengan berbagai cara yang berbeda di seluruh dunia.

Di Jepang, masyarakat mengenakan baju baru dan menghiasi rumah mereka dengan ranting-ranting pohon bambu dan pinus yang melambangkan umur panjang.

Kabar Baik!

Bacaan: Lukas 2:10-11

Kesibukan seringkali membuat kita tidak sempat merenungkan alasan Natal yang sejati, yakni memperingati kelahiran Kristus. Ini waktunya perayaan! Waktunya bersyukur untuk kesehatan, kekayaan, teman-teman, makanan, dan tempat tinggal kita. Lebih dari itu, sekaranglah waktunya untuk bersyukur kepada Bapa Surgawi yang telah mengirimkan hadiah yang sangat berharga. Hadiah yang memberi kita damai sejahtera dan pengharapan yang sejati. Hadiah yang disediakan untuk semua orang.

Tugas Doa

Bacaan: Matius 26:36-46

"Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa." (Matius 26:39a)

Saya harus mengakui bahwa saya telah merasakan bahwa berdoa itu adalah kegiatan yang membosankan, membingungkan, dan memerlukan ketekunan. Terkadang, saya menunda-nunda untuk berdoa dan kemudian menyadari bahwa saya tak sanggup menahannya. Saya menyadari bahwa berdoa yang sebenarnya adalah disiplin yang sukar dan berat.

Kita sering berpikir bahwa doa adalah persiapan untuk peperangan, tetapi Kristus menunjukkan kepada kita bahwa doa adalah peperangan itu sendiri. Doa adalah inti dari pekerjaan-Nya.

Masa Lalu dan Masa Depan

Bacaan: Mazmur 91

"... Tuhan akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu." (Yesaya 52:12)

Pada malam tahun baru tahun 1916, Oswald Chambers berkhotbah dalam sebuah acara persekutuan doa para prajurit Persemakmuran Inggris di Kairo, Mesir. Ketika berdiri di hadapan para hadirin yang hidupnya telah ditunggangbalikkan oleh berkecamuknya Perang Dunia I, sang pendeta mengulas tentang masa lalu dan masa depan.

Bukti-Bukti Mutlak

Bacaan: Kisah Para Rasul 1:1-11

Alkitab mengatakan bahwa Yesus "menunjukkan diri-Nya hidup setelah penderitaan-Nya melalui bukti-bukti yang mutlak" (Kisah Para Rasul 1:3). Hal ini lebih daripada sebuah pernyataan bersejarah yang disampaikan oleh Lukas. Ini merupakan sebuah tantangan terhadap berbagai kritikan yang akan menyangkal fakta sesungguhnya tentang kebangkitan jasmani dari Tuhan Yesus Kristus. Lukas telah membuat pernyataan yang menakjubkan sekaligus mencengangkan bahwa Yesus hidup, Ia disaksikan oleh sekelompok orang banyak, dan kebangkitan-Nya dikuatkan dengan begitu banyaknya bukti yang meyakinkan.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru