Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereRiwayat / Riwayat

Riwayat


Kolom Riwayat Publikasi Bio-Kristi

Prof. DR. Ihromi, M.A.

Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Gladys Aylward

Gladys Aylward lahir di London pada tahun 1902. Suatu hari, dia menghadiri sebuah KKR. Pengkhotbah dalam KKR itu mengajak pengunjung agar mempersembahkan hidupnya untuk melayani Allah. Gladys menanggapi pesan tersebut, dan segera setelah itu dia merasa yakin bahwa dia dipanggil untuk memberitakan Kabar Baik di China. Saat berusia 26 tahun, dia menjadi calon penginjil di China Inland Mission Center di London, tetapi gagal lulus ujian.

Suatu saat dia mendengar seorang misionaris wanita, Jeannie Lawson (73 tahun), sedang mencari wanita muda untuk melanjutkan pekerjaannya.

Keith Green

Keith Green berusia 15 tahun ketika pertama kali dia kabur dari rumah. Dia mulai menulis jurnal selama bertahun-tahun dia mencari petualangan musikal dan kebenaran rohani. Keith memiliki latar belakang Yahudi, tetapi saat tumbuh dewasa dia membaca Perjanjian Baru. Dia menyebutnya "kombinasi aneh" yang membuatnya berpikiran terbuka, namun tidak merasa puas. Pencarian jati dirinya membuatnya lari kepada obat-obatan, praktik mistik, dan seks bebas.

Henry J. Heinz

Tahun 1905, sekitar 100 tahun lalu, Henry J. Heinz Company terbentuk di Pittsburgh, Pennsylvania. Henry J. Heinz sendiri menjadi pengolah serta penghasil utama makanan di Amerika, yang menyehatkan dan masih kita nikmati hingga kini. Namun, semua ini hanyalah sebagian dari kisahnya.

Henry J. Heinz lahir di kawasan Birmington di Pittsburgh, anak sulung dari delapan bersaudara, dari pasangan Henry dan Margaretha Heinz.

Jane Addams

Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Jane Addams adalah seorang reformator sosial, pendiri Gerakan Rumah Pemukiman, penulis, dan tokoh wanita terkemuka. Selain Theodore Roosevelt dan Woodrow Wilson [para mantan presiden AS], Jane Addams merupakan reformator tersohor di Era Progresif dan membantu mengingatkan negara terhadap isu-isu yang menjadi kepedulian kaum ibu, seperti kebutuhan anak, kesehatan umum, dan perdamaian dunia. Ia juga wanita pertama dari Amerika yang memenangkan Nobel Perdamaian Dunia.

Oswald Chambers

Oswald Chambers adalah seorang pendeta dan guru yang sangat terkenal dengan renungan hariannya, "My Utmost for His Highest". Ketenarannya muncul setelah kematiannya dan dapat dianggap sebagai andil istrinya yang merangkum bahan khotbah dan ceramahnya yang panjang dari catatan singkat yang ditulis istrinya tersebut dengan cepat.

"Perkataan Yesus yang agung kepada para murid-Nya telah diabaikan. Ketika Allah membawa kita ke dalam hubungan murid, kita harus siap menaati firman-Nya; percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati dan mengerti bahwa ketika Dia membawa kita kepada ketaatan, kita dimampukan untuk menjalaninya."

George Washington

Dirangkum oleh: Sri Setyawati

George Washington adalah Presiden Amerika Serikat yang pertama. Beliau menjabat sebagai presiden selama dua periode mulai dari tanggal 30 April 1789 sampai tanggal 4 Maret 1797. Wakil Presiden yang mendampinginya adalah John Adams (1735-1826), yang kemudian terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat kedua. Selain itu, George Washington juga dikenal sebagai "Bapak Negara Amerika". Beliau adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat.

Ingwer Ludwig Nommensen

Nommensen adalah seorang tokoh pengabar Injil berkebangsaan Jerman yang terkenal di Indonesia. Hasil dari pekerjaannya adalah berdirinya sebuah gereja terbesar di wilayah suku bangsa Batak Toba. Gereja itu bernama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Tidak berlebihan, jikalau ia diberi gelar Rasul Batak. Ia sudah memberikan seluruh hidupnya bagi pekerjaan pengabaran Injil di tanah Batak.

Nommensen dilahirkan pada tanggal 6 Februari 1834 di sebuah pulau kecil, Noordstrand, di Jerman Utara. Nommensen sejak kecil sudah hidup di dalam kemiskinan dan penderitaan. Sejak kecil ia sudah mencari nafkah untuk membantu orang tuanya. Ayahnya adalah seorang yang miskin dan selalu sakit-sakitan.

Cornelius Van Til

Cornelius Van Til dilahirkan di sebuah keluarga Kristen yang mengasihi Tuhan di Nederland, pada tanggal 5 Mei 1895. Selain di rumah, Cornelius Van Til juga mendapat pendidikan agama Kristen dari sekolah Kristen. Melalui latar belakang yang baik ini, Cornelius Van Til mengenal Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat dan ia menyadari bahwa semua bidang kehidupan manusia, ada di bawah pengaturan Tuhan yang Mahakuasa dan Mahabijaksana.

Pada usia sepuluh tahun, Cornelius Van Til pindah ke Amerika Serikat. Beliau tumbuh besar bersama kaum imigran Belanda yang tinggal di negara bagian Indiana. Kemudian beliau melanjutkan sekolah di Calvin College dan Princeton Theological Seminary. Selain itu, beliau juga mendapat gelar Ph.D dari Princeton Seminary.

Ulrich Zwingli

"Demi Allah, jangan remehkan firman Allah, karena firman-Nya itu kekal seperti Sungai Rhine yang senantiasa mengalir. Seseorang mungkin bisa membendungnya untuk sementara, tetapi mustahil untuk menghentikannya."

Pada bulan Januari 1523, Ulrich Zwingli -- pendeta kota, menghadap Dewan Kota Zurich. Angin reformasi bertiup ke Alpen dari arah Jerman [yang dipelopori] oleh [Martin] Luther. Zwingli mengemukakan 67 dalil yang diawali dengan: "Setiap orang yang berkata bahwa Injil tidaklah sah tanpa konfirmasi dari gereja, maka ia telah bersalah dan memfitnah Allah." Walaupun 28 dari 95 dalil Luther telah diterbitkan sekitar 6 tahun sebelumnya, alasan-alasan Zwingli lebih bersifat persuasif [ajakan]. Pihak yang berwenang memberinya izin untuk melanjutkan khotbahnya, yang menekankan Kristus [sebagai prioritas pertama] dan gereja [di tempat kedua]. Salah satu dalil Zwingli berbunyi, "Kristus adalah satu-satunya perantara antara Allah dan diri kita." Pembaruan di Swiss sekarang berada di jalurnya, dan Zwingli memainkan peran penting pada tahun-tahun awal.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru