Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereKarya / Karya

Karya


Rembrandt

Karya seni yang sempurna, "Kembalinya Anak Hilang", diciptakan oleh seorang yang paham tentang apa artinya menjadi seorang pemboros. Melalui karya seninya, ia menunjukkan betapa dalamnya dunia ini membutuhkan keselamatan. Rembrandt Harmenszoon van Rijn menjadi pelukis Protestan terbesar -- seorang yang dalam dirinya, iman dan seni terpadu dengan selaras.

Ia dilahirkan dalam keluarga gereja Reformasi yang amat saleh. Meskipun orang tuanya menginginkan ia menjadi orang terpelajar, jelaslah bahwa ia dianugerahi bakat seni lukis. Mengikuti kebiasaan pada waktu itu, Rembrandt magang pada pelukis yang mapan dan belajar melukis cerita-cerita Alkitab, peristiwa-peristiwa dalam sejarah, serta mitologi Romawi dan Yunani. Namun, seni lukis yang ia kembangkan adalah gayanya sendiri yang agak berbeda.

Robert Raikes

Robert Raikes (1735 -- 1811) dikenal sebagai pelopor sekolah minggu. Meskipun dia bukan orang pertama yang menggagas berdirinya sekolah minggu, tetapi karyanya memelopori sekolah minggu sebagai institusi nasional di Inggris.

Seperti George Whitefield, Raikes adalah warga negara Gloucester. Lebih muda dari pengkhotbah terkenal itu, dia lahir tepat pada saat pelayanan Whitefield mulai menarik perhatian dan berkembang di sebuah kota yang telah mengalami berkat kebangunan rohani.

Helen Keller

Seorang advokat pionir perjuangan hak asasi orang cacat, Helen Keller dilahirkan di Tuscumbia, Alabama. Terperangkap di dunia gelap dan sunyi setelah penyakit yang dideritanya membuatnya tuli, bisu, dan buta pada usia 19 bulan, dia menjadi anak yang sengaja merusak. Saat berusia tujuh tahun, keluarganya mempekerjakan Anne Sullivan (1866-1936), lulusan baru dari Institut Perkins untuk orang-orang tunarungu, sebagai guru atau pengajar privat di rumah.

Ruth Greene Beechick

Pada awal tahun 1980-an, gerakan homeschooling (sekolah di rumah) berkembang dan menjadi semakin umum. Ruth Greene Beechick yang kemudian menjadi pendidik Kristen terkemuka, mengakui bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya di rumah membutuhkan sumber-sumber untuk menolong mereka dalam tugas penting mendidik anak-anak mereka. Ia adalah seorang editor divisi anak-anak penerbitan kurikulum dan pembicara bagi para "pengusaha penerbitan", demikian ia menyebutnya. "Mereka tidak mampu menyadari kebutuhan yang ada" sambungnya.

Pandita Ramabai

Karya Pandita Ramabai, pendiri Mukti Mission di Kedgaon,wilayah Poona,India,dan penerjemah Alkitab ke dalam bahasa Marathi, menjadi momen penting dalam sejarah spiritual India. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai salah satu wanita hebat di India pada abad ke- 19, tetapi hidupnya terus berlanjut dengan baik hingga abad ke-20, dan pengaruh dari hidupnya itu terus berlangsung. Pada kenyataannya, misi interdenominasinya yang tetap buka siang dan malam bagi para wanita dan anak-anak yang memerlukan bantuan, disebut sebagai salah satu contoh terbaik tindakan kekristenan. Sejak Pandita mendirikannya, Mukti Mission telah menjadi lampu penunjuk jalan kepada Tuhan. Nama Mukti berarti "Pembebasan dan Keselamatan", dan arti itu terus hidup di dalamnya -- membebaskan para janda, yatim piatu, dan para gadis dari kasta rendah dari kejahatan pernikahan di bawah umur, prostitusi, penelantaran, dan tekanan agama.

Amy Grant

Menjelang penghujung tahun 90-an, seorang wanita muda berjalan menuju gedung Pusat Penanggulangan Masalah Kehamilan. Ia ingin melakukan aborsi. Para konselor Kristen di tempat itu membujuknya untuk mempertahankan kandungannya, tetapi ia tetap bertekad untuk menggugurkannya.

Sementara itu, suaminya yang menekannya untuk melakukan aborsi mendengarkan salah satu dari lagu pop Amy Grant di sebuah pemancar radio sekuler. Ia berpikir istrinya pasti menyukai musik yang dinyanyikan Amy, dan mendorongnya untuk membeli salah satu album Amy Grant.

Rudolf Karl Bultmann

Masa Muda dan Pendidikan Teologi Bultmann adalah seorang ahli Perjanjian Baru, ahli bahasa, seorang filsuf, dan teolog besar pada abad ke-20.

Samuel Morse

Masa Muda

Samuel Finley Breese Morse lahir di Charlestown, Massachussetts, Amerika, tanggal 27 April 1791. Dia adalah anak sulung dari tiga putra keluarga Dr. Jedidah Morse, seorang pendeta dan ahli geografi. Samuel muda dibesarkan dalam keluarga yang memegang teguh ajaran Alkitab tentang penciptaan. Ayahnya juga penulis buku ajar geografi yang dipakai oleh hampir semua sekolah pada waktu itu. Buku ini, setelah disunting ulang, tetap dipakai hingga Dr. Morse wafat. Buku geografi karya Dr. Morse mencakup pembahasan ilmiah mengenai terlindungnya hewan-hewan di dalam bahtera Nuh dan penyebarannya ke seluruh bumi.

Cameron Townsend

Cameron Townsend mendapatkan pelajaran awal dalam hubungan antara linguistik dan penginjilan. Sebagai seorang misionaris muda di Guatemala, ia bekerja keras mendekati orang-orang jalanan dan menanyakan hubungan mereka dengan Kristus. Ia menghafal kalimat perkenalannya dalam bahasa Spanyol: "Tahukah Anda tentang Tuhan Yesus itu?"

Ia tidak tahu bahwa Yesus itu adalah nama pertama yang umum di antara orang Spanyol, dan istilah "Tuhan" (Lord) -- Senor -- juga artinya "Tuan" (Mister). Ia mengharapkan tanggapan yang akan memberi dia kesempatan berbicara tentang hal-hal spiritual. Namun, yang ia dapat adalah suatu kenyataan, "Maaf, tidak kenal. Saya pun orang asing di sini."

Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher

Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher (1768 -- 1834) adalah anak seorang pendeta tentara di Silesia Utara. Kedua orang kakeknya juga pendeta. Ayahnya yang memiliki kecenderungan pietis (gerakan yang menekankan doktrin alkitabiah, kesalehan pribadi, dan kehidupan Kristen yang berkobar-kobar) yang kuat, mengirimnya ke seminar Moravian di Barby dengan harapan supaya segala kecenderungan ini akan bertambah berkembang di dalam diri anaknya.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru