Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereKarya / Karya

Karya


Kolom Karya Publikasi Bio-Kristi

J.R.R. Tolkien

Kehidupan awal J.R.R. Tolkien

J.R.R. Tolkien lahir pada tahun 1892 di Bloomfontein, Afrika Selatan. Setelah tiga tahun berada di Afrika Selatan, dia kembali ke Inggris bersama ibunya, Mabel. Sayangnya, ayahnya meninggal setahun kemudian, meninggalkannya dengan sedikit kenangan tentang ayahnya. Masa kecilnya adalah masa kecil yang bahagia jika dilihat dari berbagai aspek. Dia kemudian dibawa ke pedesaan di Warwickshire (banyak orang menganggap asuhan yang ideal ini sebagai dasar bagi Shire di "Lord of the Rings").

Friedrich Silaban

Diringkas oleh: N. Risanti

Friedrich Silaban adalah seorang arsitek yang mengukir sejarah toleransi beragama di Indonesia. Lahir pada tanggal 16 Desember 1912, di Bonandolok, Sumatera Utara. Ia dijuluki Presiden pertama RI dengan, 'By the grace of God" (karena anugerah Tuhan - Red.) karena berhasil memenangkan sayembara merancang masjid Istiqlal di Jakarta.

Paulo Freire

Paulo Reglus Neves Freire (1921 -- 1997) adalah tokoh yang dikenal sebagai salah seorang dari para pemikir terbesar dalam bidang pendidikan pada abad ini. Pemikirannya tentang dunia pendidikan, yang lahir dari praktik mengajarnya selama di Brazil maupun di beberapa wilayah di seluruh dunia, diekspresikan melalui sejumlah buku, artikel, dan rekaman audio/video. Tulisan-tulisan tersebut dikerjakan dalam rentang waktu lebih dari 30 tahun. Karyanya terutama berkisar pada bidang pendidikan untuk siswa dewasa, tetapi ia juga telah menulis buku mengenai pendidikan secara umum, termasuk pendidikan usia dini dan pendidikan tinggi.

Max Planck

Max Karl Ernst Ludwig Planck lahir di Kiel, Jerman, pada tanggal 23 April 1858, anak dari Julius Wilhelm dan Emma (née Patzig) Planck.

George Washington Carver: Ahli Kimia Pertanian

Diringkas oleh: N. Risanti

Masa Muda

Yap Thiam Hien

Ditulis oleh: N. Risanti

"Mengabaikan ketidakadilan dalam bentuk apa pun sesungguhnya adalah perbuatan melanggar dan penuh dosa." (Yap Thiam Hien, 1913 -- 1989)

Michael W. Smith

Latar Belakang

Michael Whitaker Smith lahir pada tanggal 7 Oktober 1957, dari pasangan Paulus dan Barbara Smith, di Kenova, Virginia Barat. Ayahnya adalah seorang pekerja kilang minyak dan ibunya adalah seorang pengelola katering dan sekretaris gereja. Michael memiliki seorang saudara perempuan yang bernama Kim.

Anton Moedardo Moeliono

Putra ketiga dari pasangan R. M. Moeliono Prawirohardjo dan Maria A. Igno ini sesungguhnya tidak pernah bermaksud mendalami bahasa Indonesia. Saat itu, ia secara kebetulan membaca iklan beasiswa ikatan dinas masuk ke Fakultas Sastra (FS) Universitas Indonesia (UI) untuk menjadi pegawai bidang bahasa. Setelah meraih gelar sarjana bahasa pada tahun 1958, ia mengajar sebagai dosen sekaligus menjadi tenaga tidak tetap di Lembaga Bahasa dan Kebudayaan. Selama tiga tahun, terhitung sejak 1960, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Perkamusan, merangkap Ketua Jurusan Sastrawan, Pendiri PDS H.B. Jassin, Sastra Indonesia UI. Dari sanalah kepakaran dia sebagai ahli bahasa mulai berkembang.

Karya-karya Howard Finster

Howard Finster, seorang hamba Tuhan dari penginjil Baptis, mengatakan bahwa ia mendapatkan visi religius pertamanya saat berusia tiga tahun di Alabama. Ia mulai membuat patung pada tahun 1965 setelah mendengarkan apa yang ia katakan sebagai suara Allah yang memberitahunya untuk membuat "seni kudus". Karya seni penting Finster yang pertama, dijuluki "Paradise Garden" (Taman Surga), terdiri atas deretan tembok dan jalan yang konkret, yang dikelilingi menara setinggi 30 kaki yang dibangun dari bagian-bagian sepeda, botol-botol, dan barang-barang lain yang dikumpulkan dari tempat penampungan sampah setempat.

Clive Staples Lewis

1898 -- 1963, Novelis, Penyair, Akademisi, Kritikus Sastra, Teolog.
Dirangkum oleh: N. Risanti

Sejarah, Pendidikan, dan Karier

Clive Staples Lewis lahir di Belfast, Irlandia (sekarang Irlandia Utara), pada tanggal 29 November 1898. Ia merupakan anak kedua dari Albert Lewis, yang adalah seorang pengacara, dan Flora Hamilton Lewis, putri seorang pendeta gereja Anglikan Irlandia. Bersama kakaknya, yang berusia 3 tahun lebih tua darinya, Warren Hamilton Lewis, Lewis menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah besar beratap runcing, dengan taman yang rimbun dan gelap, serta sebuah perpustakaan yang dipenuhi dengan buku. Lewis tinggal dengan nyaman bersama keluarganya di rumah yang disebut dengan Little Lea tersebut hingga ia berusia 10 tahun. Pada tahun 1908, ibu Lewis meninggal karena kanker. Tidak sampai sebulan sesudah kematian ibu mereka, kakak beradik Lewis dikirim ke sekolah Wynyard di Watford, Inggris, untuk memulai pendidikan mereka di sekolah berasrama.

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru