Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Bio-Kristi

Loading

You are hereKarya / Karya

Karya


Kolom Karya Publikasi Bio-Kristi

Martin Bucer

Aktivitas Mula-Mula untuk Gerakan Protestan

Martin Butzer (Bucer) dilahirkan di Schlettstadt, Kekaisaran Romawi Suci pada 11 November 1491; meninggal di Cambridge, Inggris, 28 Februari 1551. Ia menerima pendidikan pertamanya di sekolah Latin dan pada tahun 1506 bergabung dengan ordo Dominikan. Pada tahun 1517, ia berada di Heidelberg untuk belajar Alkitab, tulisan-tulisan Erasmus, Thomas Aquinas, dan tulisan-tulisan Martin Luther, yang mulai dikenalnya secara pribadi pada tahun 1518. Dia mulai berkorespondensi pada tahun 1520. Karena dicurigai oleh ordonya di Roma, Bucer yang mendukung gerakan injili, meninggalkan biaranya pada tahun 1520 untuk menghindari permasalahan lebih lanjut dan bekerja kepada (Ulrich von) Hutten dan (Franz von) Sickingen.

James Clerk Maxwell

"Apa lagi yang bisa membedakan magnetisme, listrik, dan cahaya? Pada abad XIX, James Clerk Maxwell menunjukkan bahwa gejala ini hanyalah wujud yang berbeda dari hukum-hukum dasar yang sama. Semua ini -- termasuk gelombang radio, radar, dan pancaran panas -- dia jelaskan dengan satu sistem persamaan yang unik dan apik." -- S. L. Glashow

David Livingstone

Dirangkum oleh: Yohanna Prita Amelia

David Livingstone adalah seorang misionaris yang dilahirkan pada 19 Maret 1813 di kota Blantyre, Lanarkshire, Skotlandia. David kecil adalah anak kedua dari tujuh bersaudara pasangan Neil Livingstone (1788-1856) -- seorang guru sekolah minggu -- dan istrinya Agnes Hunter (1782-1865). Sebagai seorang Kristen yang taat, sang ayah telah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap David Livingstone ketika dia masih muda.

Gregor Mendel

Diringkas oleh: Kristina Dwi Lestari

Johann Mendel lahir tanggal 22 Juli 1822 di kota kecil Heinzendorf di Silesia, Austria. (Sekarang kota itu bernama Hranice wilayah Republik Ceko.) Johann memunyai dua saudara perempuan. Ayahnya adalah seorang petani. Minatnya dalam bidang hortikultura ternyata dimulai sejak dia masih kecil.

Jan Engelbert Tatengkeng

Dirangkum oleh: R.S. Kurnia

Dalam khazanah kesusastraan Indonesia, aspek religi banyak dikumandangkan dalam bentuk sajak. Ada pula Taufiq Ismail, Emha Ainun Najib, dan banyak lagi. Apalagi ketika membicarakan Pujangga Baru, tentulah orang akan teringat akan nama Amir Hamzah, Sang Raja Pujangga Baru, yang tak kalah sering menulis sajak religi. Namun, warna Kristen di kesusastraan Indonesia tidaklah banyak[1].

Eugene A. Nida

Perkembangan Alkitab selama lima belas tahun terakhir pada abad ke-20 menyingkapkan bahwa kini jutaan orang dapat membaca Alkitab dengan cara yang sebelumnya dirasa sebagai hal yang mustahil.

Hal itu merupakan akibat dari meningkatnya proyek penerjemahan Alkitab ke dalam berbagai bahasa dan revolusi yang terjadi dalam bidang penerjemahan Alkitab. Saat sumber baru tersedia, metode penerjemahan yang baru segera diajarkan, dan para penerjemah dididik dengan lebih baik, pembaca Alkitab di seluruh dunia akan diuntungkan dengan penerjemahan yang jelas, dapat dipahami, dan tidak menyalahi makna teks asli.

Joseph Smith

Disusun oleh: R.S. Kurnia

Martin Luther King, Jr.

Disusun oleh: R.S. Kurnia

Florence Nightingale

Disusun oleh: R.S. Kurnia

Antonio Vivaldi

Disusun oleh: R.S. Kurnia

Komentar


 

Member login

Permohonan kata sandi baru